Mitos Kebebasan Manusia

Sumber Gambar: ynharari.com

Oleh: Rachel

Berbicara 21 lessons tentu tidak lepas dari buku-buku Yuval Noah Harari yang telah diterbitkan sebelumnya yakni Sapiens: A Brief Story of Humankind buku best seller yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2014 dalam Bahasa inggris, serta Homo Deus yang diterbitkan pada tahun 2016. Bila mengaitkan dengan timeline waktu sapiens yang menceritakan asal muasal manusia, selanjutnya Homo Deus yang menceritakan kemungkinan perkembangan dunia pada masa depan dan 21 Lessons yang memberikan bekal apa yang kita perlukan untuk menghadapi masa depan.

21 Lessons diterbitkan pertama kali pada tahun 2018, menjadi bahan buku bacaan kontemporer dengan mengangkat kejadian-kejadian dan peristiwa terkini dari berbagai belahan dunia. Sama seperti judulnya buku ini dibagi menjadi 5 bagian dengan 21 sub bagian, jika diamati lebih jauh buku ini lebih banyak menggambarkan kejadian yang terjadi saat ini, dengan sebagian kecil inti dari apa yang ingin disampiankan buku ini hanya ada di bab-bab terakhir. Cukup panjang memang untuk kemudian buku ini dapat mengangkat inti pembahasan

Permasalahan dunia pada abad 21 tentu berbeda dengan problematika global yang terjadi pada masa lampau, wabah, perang dan kelaparan menjadi faktor utama kematian masal umat manusia namun diabad 21 tantangan sudah berubah, bagaimana kemudian kita dapat melawan suatu irelevansi bagaimana kemudian lembaga kepercayaan dan mitos-mitos mulai tumbang, lalu bagaimana harus melawan tantangan global seperti disrupsi teknologi, kemerosotan ekologi dan perang nuklir, bagaimana kemudian kita menyadari bahwa kita hanya berada didalam matriks dari matriks matriks lain yang jauh lebih besar, bahwa selama ini kita tidak pernah bebas dan tidak pernah memiliki kebebasan.

Irelevansi menjadi pembahasan yang menarik dalam buku ini, disrupsi teknologi akan membawa dunia pada hal-hal yang sudah tidak lagi relevan untuk saat ini. Revolusi industri menjadi salah satu perubahan global pada masanya, namun perubahan besar tersebut dapat diatasi oleh manusia, dari sekian banyak petani dan peternak yang kemudian bergeser menjadi buruh pabrik masih lebih relevan dibandingkan masyarakat yang harus memahami bahasa pemrograman untuk menggerakan atau menciptakan kecerdasan buatan yang lain. Pada akhirnya pekerjaan akan banyak dialihkan dari tenaga manusia dengan kecerdasan buatan, akan banyak kelompok masyarakat yang tidak berguna, tidak dapat melakukan pekerjaan, namun manusia masih lebih unggul dalam tatanan etika, untuk saat ini walaupun nilai tersebut bisa dimasukan kedalam kecerdasan buatan entah ia mengikuti aliran filosofis yang mana yang disukai oleh pengguna atau pengendali dari kecerdasan buatan tersebut. Benar-benar menarik dan tidak terpikirkan, ketika manusia masih sibuk dengan kefanatikan dari suatu komunitas atau kelompok, menafsirkan pengorbanan yang besar sebagai suatu pembenaran atas eksistensi fiksi, sedangkan hal tersebut akan menjadi tidak relevan dan tidak bermakna, nantinya.

Pada akhirnya kesimpulan dalam buku ini ialah bagaimana kita dapat menyadari diri kita sendiri lebih baik dan lebih cepat dari pada disrupsi teknologi yang terus berkembang sangat pesat tanpa adanya tuas pengendali, menyadari bahwa kita bukan cerita fiksi namun penderitaan merupakan kenyataan, selain itu pengendalian mental juga menjadi sangat penting ditengah-tengah permasalahan global, irelevansi, guncangan terhadap identitas, pengangguran dan ketimpangan akan manusia semi teknologi dan manusia yang tidak berguna. Bagaimana menemukan makna atas kehidupan dari kepercayaan yang sudah meluruh, mengetahui bahwa kita tidak memiliki kebebasan, bahwa segala hal dapat diperhitungkan.

Tapi sebelum itu seandainya dunia memang sudah cukup siap untuk masuk ke era perang nuklir, disrupsi teknologi dan perubahan ekologi, mengingat pada tahun 2020 ini dunia sedang digemborkan dengan pendemik COVID-19, wabah yang menjadi masalah pada beberapa abad sebelumnya. Pembicaraan wabah akan banyak dibahas dalam  buku Homo Deus dan Sapiens, walau demikian angka kematian dari wabah apakah lebih tinggi dari angka kecelakaan tiap tahunya? Buku ini juga menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dari buku-buku sebelumnya.

Buku ini sangat cocok untuk pembaca yang memang tertarik akan hal-hal berbau sience dan sejarah, pembahasan sebab akibat yang ilmiah. Bahasa terjemahan yang tidak terlalu sulit untuk dipahami.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!