Mojokerto: Surga Sejarah di Kawasan Gerbangkertosusila

          Oleh: Elwas Berdha

Sumber Gambar: surabaya.liputan6.com

  Mojokerto merupakan salah satu daerah yang terletak di Jawa Timur. Daerah ini berada dalam kawasan metropolitan Jawa Timur yakni Gerbangkertosusila yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Mojokerto terbagi menjadi dua wilayah yakni, wilayah kabupaten dengan 18 kecamatan dan wilayah kota yang memiliki 3 kecamatan12.

            Mojokerto berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan di sebelah utara, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Pasuruan di sebelah timur, Kabupaten Malang dan Kota Batu di sebelah selatan, dan Kabupaten Jombang di sebelah barat1. Daerah ini adalah surga bagi para pecinta sejarah karena di Mojokerto terdapat banyak situs-situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Tak hanya itu, di Mojokerto juga pernah ditemukan fosil bagian atas tengkorak yang kita kenal sebagai Pithecanthropus modjokertensis.

            Pada artikel kali ini TridayaJournals akan mengulas mengenai tempat-tempat bersejarah yang dapat dikunjungi ketika sobat berkunjung ke Mojokerto.

  1. Museum Trowulan
    Museum Trowulan atau dikenal juga sebagai museum Majapahit merupakan museum yang terletak di Kecamatan Trowulan, Mojokerjo. Museum ini didirikan oleh R.A.A Kromodjojo Adinegoro yang bekerjasama dengan Ir. Henry Mcline Pont pada 24 April 1924 dengan nama Oudheeidkundhige Vereeneging Majapahit (OVM). Tujuan meneliti peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit dan menyimpan artefak yang diperoleh dari survei, penggalian, maupun penemuan tak sengaja3.
  2. Api Abadi Berkucuk
    Berlokasi di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Api yang tidak pernah padam ini dipercaya sudah ada sejak zaman prasejarah dan kali pertama ditemukan pada era Kerajaan Majapahit sehingga digunakan untuk membuat senjata pasukan kerajaan4.
  3. Makam Troloyo
    Makan yang terletak di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto ini merupakan makan tempat dikebumikannya Syekh Jamaluddin Al Husain Al Akbar, yakni seseorang yang mengawali terbentuknya sembilan wali yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa yang kita kenal sebagai Wali Songo4.
  4. Situs Reco Lanang
    Situs yang berbentuk Patung Budha Yan dan memiliki tinggi sekitar 5,7 meter ini terletak di Desa Kemloko, Kecamatan Trawas. Menurut masyarakat setempat, pada era Kerajaan Majapahi situs ini dijadikan sebagai lokasi pembuatan arca4.
  5. Petilasan Siti Inggil Raden Wijaya
    Petilasan Siti Inggil dulunya dikenal dengan istilah Lemah Geneng dan berada di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Petilasan ini dipercaya sebagai tempat kali pertama Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jawawardhana mendirikan Kerajaan Majapahit dan sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Dalam kompleks Petilasan Siti Inggil juga terdapat makam Gayatri, permaisuri Raden Wijaya dan juga kedua selirnya yakni Ndoro Petak serta Ndoro Jinggo5.
  6. Museum Gubug Wayang
    Berlokasi di Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Museum Gubug Wayang merupakan museum yang didirikan oleh Yensen Project Indonesia pada 15 Agustus 2015 untuk memperkenalkan sejarah seni dan budaya yang terdapat di Indonesia. Museum ini berisi bermacam karya dari berbagai daerah6.
  7. Candi Bajang Ratu
    Candi ini berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Candi yang didirikan pada abad ke-14 ini disebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit dan dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi Raja Jayanegara7.
  8. Candi Brahu
    Candi ini terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Candi ini dipercaya sebagai candi Buddha karena banyak di temukan alat upacara dari logam, perhiasan dan benda-benda emas, serta arca logam yang mencirikan ajaran Buddha di sekitar kompleks candi. Candi Brahu diperkirakan berdiri pada abad 15 Masehi8.
  9. Candi Tikus
    Berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, candi ini memiliki bangunan yang menyerupai pemandian, yakni sebuah kolam dengan bangunan-bangunan yang ada di dalamnya. Candi Tikus diperkirakan dibangun pada abad 13 hingga 14 Masehi, namun belum terdapat informasi tertulis mengenai dibangunnya candi ini, nama Candi Tikus pun berasal sebutan warga karena pada saat ditemukan, lokasi candi berada adalah sarang tikus8.
  10. Candi Jolotundo
    Berlokasi di area hutan Trawas, Mojokerto, Candi Jolotundo merupakan candi Hindu Buddha yang digunakan masyarakat Hindu Buddha untuk beribadah. Candi ini merupakan peninggalan Raja Udayana Bali untuk Raja Airlangga yang saat itu dinobatkan sebagai Raja Sumedang Kahuripan. Pada Candi Jolotundo juga terdapat sumber mata air yang diyakini masyarakat memiliki banyak khasiat9.

Itulah kesepuluh tempat bersejarah yang terdapat di Mojokerto, tentu saja masih banyak tempat bersejarah lainnya yang dapat dikunjungi di Mojokerto, baik berupa candi maupun petilasan-petilasan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Catatan Kaki:

  1. Kabupaten Mojokerto, Wikipedia Indonesia
  2. Kota Mojokerto, Wikipedia Indonesia
  3. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur. (2014). Mengenal Museum Majapahit, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
  4. Nanda. 44 Tempat Wisata di Mojokerto Jawa Timur.
  5. Timur Jawa. (2018). Mengenal Petilasan Siti Inggil Raden Wijaya.
  6. Gubung Wayang
  7. Primadia, A. Sejarah Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto (Jawa Timur).
  8. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
  9. Widayat, B. (2017). Keajaiban Air di Candi Jolotundo Kualitas Hampir Setara Zam-zam.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!