Hompimpa Alaium Gambreng: Makna Tersembunyi dari Kesederhanaan Permainan Anak-anak

Oleh: Elwas Berdha

Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Hompimpa Alaium Gambreng …

        Sepenggal kalimat diatas tentu saja sering kita dengarkan saat kecil dulu. Hompimpa menjadi salah satu cara untuk menentukan urutan pemain ataupun pemeran dalam suatu permainan tradisional. Anak-anak biasanya menyanyikan kalimat hompimpa alaium sambil menggoyang-goyangkan tangan, memperlihatkan punggung tangan atau telapak tangan saat kata gambreng disebutkan sebelum memulai suatu permainan yang akan mereka mainkan. Tapi pernah tidak kita menyadari bahwa ada makna mendalam dalam kalimat tersebut?

        Hompimpa alaium gambreng adalah kalimat sederhana yang sering diucapkan anak-anak di berbagai daerah di Indonesia, menemani tawa serta kegembiraan anak-anak saat bermain bersama teman-temannya. Hompimpa alaium gambreng berasal dari kalimat Hongpimpa alaihong yang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti dari Tuhan kembali ke Tuhan dan kata gambreng yang berasal dari ekspresi dalam konteks budaya sebagai mari kita bermain1.

        Kata gambreng juga dapat dimaknai sebagai peringatan bahwa manusia berasal dari Tuhan dan kelak akan kembali lagi kepada Tuhan2.  Hal ini sebagai bentuk kepasrahan manusia menjalani kehidupan sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Tuhan2. Manusia diciptakan oleh Tuhan dan hidup di dunia seperti melakukan sebuah permainan, semenyenangkan apapun permainan tersebut ketika Tuhan menginginkan manusia untuk kembali kepada-Nya maka manusia harus tetap kembali.

        Mendalam juga ya sobat? Selain makna tentang ketuhanan, hompimpa alaium gambreng juga dapat melatih anak-anak untuk bermusyawarah dan menerima hasil kesepakatan yang telah ditentukan3. Hal ini dapat kita lihat ketika anak-anak bermusyawah untuk menentukan bahwa yang memiliki kesamaan dalam memperlihatkan posisi tangan (telapak tangan/ punggung tangan) dalam jumlah yang lebih sedikit maka akan keluar menjadi pemenang, sedangkan anak-anak yang kalah tentu harus menerima dengan lapang dada dan mencoba lagi lain kali.

        Nah, setelah mengetahui makna mendalam dalam kesederhanaan permainan hompimpa ini, semoga permainan hompimpa dan permainan tradisional lainnya tetap lestari ya, sobat!

1 Kumala, A. (2019). Kursus Kilat Legowo Pakai Hompimpa Alaium Gambreng

2  Binham, R. (2013). Presentasi Zaini Alif – Rahasia di Balik Makna Hompimpa

3 Puadi, A. (2015).  Hompimpa, Permainan Rakyat yang Sarat Nilai

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!